Sejarah Berdirinya Wonosobo: Jejak Peradaban di Jantung Dataran Tinggi Jawa Tengah

Oleh: Admin Amerta
Dipublikasikan: 22 December 2025
Sejarah Berdirinya Wonosobo: Jejak Peradaban di Jantung Dataran Tinggi Jawa Tengah

Wonosobo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal luas karena keindahan alam Dataran Tinggi Dieng, budaya yang kuat, serta sejarah panjang yang membentuk identitas masyarakatnya hingga kini. Sejarah berdirinya Wonosobo tidak lepas dari perjalanan peradaban Jawa kuno, pengaruh Hindu-Buddha, masuknya Islam, hingga masa kolonial dan kemerdekaan Indonesia.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap sejarah berdirinya Wonosobo, asal-usul namanya, tokoh-tokoh penting, serta perkembangannya dari masa ke masa.


Asal Usul Nama Wonosobo

Nama Wonosobo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa Kuno, yaitu:

  • Wono yang berarti hutan

  • Sobo yang berarti didatangi atau disinggahi

Secara harfiah, Wonosobo berarti “hutan yang didatangi” atau “tempat singgah di kawasan hutan”. Nama ini mencerminkan kondisi wilayah Wonosobo pada masa lampau yang berupa kawasan hutan lebat dan menjadi jalur persinggahan penting bagi masyarakat dan pelancong dari berbagai wilayah.


Wonosobo pada Masa Hindu-Buddha

Jejak sejarah Wonosobo sudah ada sejak masa Hindu-Buddha, yang dibuktikan dengan keberadaan Candi Dieng. Kompleks candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Dataran Tinggi Dieng pada masa itu dianggap sebagai tempat suci, pusat ritual keagamaan, dan pemujaan kepada dewa-dewa. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Wonosobo telah menjadi pusat peradaban dan aktivitas spiritual penting sejak ribuan tahun lalu.


Perkembangan Wonosobo pada Masa Islam

Masuknya Islam ke wilayah Wonosobo terjadi secara bertahap melalui jalur perdagangan dan dakwah para ulama. Tokoh-tokoh penyebar Islam berperan besar dalam membentuk struktur sosial dan budaya masyarakat Wonosobo.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Wonosobo adalah Kiai Kolodete, yang diyakini sebagai tokoh awal penyebar Islam dan pembuka wilayah Dieng serta sekitarnya. Hingga kini, nama Kolodete masih dikenal luas dan diabadikan dalam berbagai cerita rakyat dan tradisi lokal.


Wonosobo pada Masa Kolonial Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, Wonosobo menjadi wilayah strategis karena kondisi geografisnya yang subur dan berhawa sejuk. Pemerintah kolonial mengembangkan sektor pertanian, terutama tanaman perkebunan dan hortikultura.

Belanda juga mulai membangun infrastruktur seperti jalan, pusat pemerintahan, dan fasilitas umum yang menjadi cikal bakal tata kota Wonosobo modern. Pada periode ini, Wonosobo masuk dalam sistem administrasi kolonial dan mengalami perubahan besar dalam struktur pemerintahan.


Penetapan Hari Jadi Wonosobo

Hari Jadi Kabupaten Wonosobo diperingati setiap 24 Juli. Tanggal ini ditetapkan berdasarkan peristiwa penting dalam sejarah pemerintahan Wonosobo yang berkaitan dengan pembentukan struktur pemerintahan daerah secara resmi.

Penetapan hari jadi ini menjadi simbol lahirnya Wonosobo sebagai wilayah administratif yang mandiri dan diakui secara hukum.


Wonosobo Setelah Kemerdekaan Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, Wonosobo resmi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan terus dilakukan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga pariwisata.

Saat ini, Wonosobo dikenal sebagai:

  • Pusat wisata alam Dieng

  • Daerah pertanian dataran tinggi

  • Kabupaten dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih lestari


Nilai Sejarah dalam Kehidupan Masyarakat Wonosobo

Sejarah berdirinya Wonosobo membentuk karakter masyarakatnya yang:

  • Religius

  • Guyub dan gotong royong

  • Menjunjung tinggi adat dan budaya

Tradisi-tradisi seperti ruwatan rambut gimbal, kirab budaya, dan upacara adat Dieng merupakan warisan sejarah yang terus dijaga hingga kini.

Sejarah berdirinya Wonosobo adalah kisah panjang tentang peradaban, spiritualitas, perjuangan, dan kebersamaan. Dari hutan lebat yang menjadi tempat singgah, hingga berkembang menjadi kabupaten yang dikenal luas di Jawa Tengah, Wonosobo terus tumbuh tanpa melupakan akar sejarahnya.

Memahami sejarah Wonosobo bukan hanya mengenal masa lalu, tetapi juga menghargai identitas dan jati diri masyarakatnya di masa kini dan masa depan.

Ringkasan Artikel:

Wonosobo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal luas karena keindahan alam Dataran Tinggi Dieng, budaya yang kuat, serta sejarah panjang yang membentuk identitas masyarakatnya hingga kini. Sejarah berdirinya Wonosobo tidak lepas dari perjalanan peradaban Jawa kuno, pengaruh Hindu-Buddha, masuknya Islam, hingga masa kolonial dan kemerdekaan Indonesia.

Artikel Terkait

Carica Amerta – Produsen Carica Sejak 2012 dengan Kualitas Premium Khas Dieng

Carica Amerta – Produsen Carica Sejak 2012 dengan Kualitas Premium Khas Dieng

Carica Amerta: Produsen Carica Terpercaya Sejak 2012 Carica Amerta adalah produsen carica sejak 2012 yang berlokasi di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Carica Amerta menghadirkan manisan carica premium yang konsisten dalam rasa, kualitas, dan kebersihan produksi. Sebagai salah satu UMKM unggulan Dieng, Carica Amerta selalu menggunakan buah carica terbaik dan proses pengolahan higienis, sehingga menghasilkan manisan dengan rasa manis-asam seimbang dan potongan buah tebal serta segar. Tidak heran jika Carica Amerta menjadi pilihan utama wisatawan sebagai oleh-oleh khas Wonosobo.

08 Dec 2025 Baca Artikel
Cara Memilih Carica Berkualitas Baik Sebelum Diolah: Panduan Lengkap untuk Hasil Olahan Terbaik

Cara Memilih Carica Berkualitas Baik Sebelum Diolah: Panduan Lengkap untuk Hasil Olahan Terbaik

Buah carica adalah salah satu ikon Dataran Tinggi Dieng yang banyak diolah menjadi manisan, sirup, hingga topping minuman. Untuk menghasilkan produk olahan yang enak, wangi segar, dan tahan lama, pemilihan bahan baku carica yang berkualitas sangat penting. Tidak semua buah carica memiliki karakter yang sama; ada beberapa ciri khusus yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke proses produksi.

11 Dec 2025 Baca Artikel
Buah Carica: Keunikan Rasa dari Dataran Tinggi Dieng

Buah Carica: Keunikan Rasa dari Dataran Tinggi Dieng

Buah Carica atau Carica pubescens adalah buah tropis yang hanya dapat tumbuh di dataran tinggi dengan suhu dingin. Di Indonesia, Carica identik dengan Dataran Tinggi Dieng, sehingga sering disebut sebagai “Carica Dieng.” Buah ini memiliki cita rasa manis-asam yang segar dan aroma khas yang tidak dimiliki buah lain.

01 Dec 2025 Baca Artikel